Thursday, January 19, 2012

SAQJ

 wahai diri,

engkau mengaku mencintai AL-HAQ AZZA WA JALLA.
Tidakkah engkau mngetahui bahavva cinta itu ada syaratnya?

bukti cinta dan kesetiananNYA bagimu adalah engkau tidak lagi mencintai siapa pun selain DIA. engkau hanya berdamai bersamaNYA dan tidak gelisah bersamaNYA.merasa damai bersamaNYA dan membenci segala sesuatu yang menganggunya bersamaNYA.

bencilah terhadap segala sesuatu dan cintailah pencipta segala sesuatu.jika DIA hendak  membuatmu cinta pada sesuatu, engkau akan tetap terjaga kerana DIAlah yang membuatmu cinta,bukan engkau sendiri

Bertaubat.bertaubatlah. dan tetaplah dalam taubatmu.yang penting bukan taubatmu,tetapi keteguhan dalam bertaubat.

YA ALLAH , ampunkanlah dosa2 kami yang telah lalu dan lindungilah  kami dari dosa2 sekarang dan dosa2 akan datang.

YA ALLAH, berilah kekuatan untuk kami  taat kepadaMU,dan jadikan kami seorang hamba yang dapat rela dengan senang terhadap kesusahan,kesedihan,kesakitan, dan segala ketentuan takdirMU, seorang hamba yang mensyukuri segala nikmatmu, dan bersabar dalam menghadapi ujian MU.

YA ALLAH, berilah kami rezeki dapat berjumpa dgnMU di dunia dan akhirat.lazatkan kami dengan dekat kpdaMU dan melihatMU.jadikan kami termasuk orang yang ridha kpdaMU dari selainMU.ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta peliharalah kami dari siksa neraka.

AMINNNNNN.................................

Sunday, December 18, 2011

ALLAH MAHA BERKEHENDAK

Iroodah (Berkehendak)
 
Sifat Allah adalah Iroodah (Maha Berkehendak). Allah melakukan sesuatu sesuai dengan kehendaknya. Mustahil Allah itu Karoohah (Melakukan sesuatu dengan terpaksa).

 Sesungguhnya ALLAH S.W.T ...
Maha BERKEHENDAK terhadap apa yang ada...

Dialah PENGATUR setiap semua makhluk...
Tiada yang terjadi di Alam Mulk dan Malakut...
Sedikit mahupun banyak...
Yang kecil mahupun besar...
Yang baik mahupun yang buruk...
Yang berbahaya mahupun bermanfaat...
Taat atau berbuat maksiat...
Beriman atau kafir...
Berilmu atau bodoh...
Berkurang atau bertambah...
Melainkan dengan Qadha dan Qadar Allah...
Serta dengan KEBIJAKSANAAN dan KEHENDAKNYA...

Apa yang DIKEHENDAKINYA...
Pasti terjadi...
Apa yang TIDAK DIKEHENDAKINYA...
Pasti tidak akan terjadi...
Tidak akan keluar dari KEHENDAKNYA...

DIALAH...
Yang Menciptakan dan Mengembalikan segalanya...
Melakukan apa yang DIKEHENDAKINYA...
Tiada yang dapat menolak KEBIJAKSANAANNYA...
Tiada yang dapat membantah KETETAPANNYA...

Malah...
Tiada terhindar seseorang dari berbuat maksiat kepadaNYA...
Kecuali dengan PERTOLONGAN dan RAHMATNYA...
Tiada daya bagi seseorang untuk MENTAATINYA...
Kecuali dengan PERTOLONGAN dan KEHENDAKNYA...

Sekiranya semua makhluk berkumpul dan bermusyawarah...
Untuk menggerakkan atau menghentikan satu ciptaan Allah..
Walaupun hanya satu zarah...
Tanpa KEHENDAK dan PENGATURAN ALLAH...
Nescaya tidak mampu melakukannya walaupun sekuat tenaga dikerah...

Sesungguhnya KEHENDAK ALLAH tegak dengan ZATNYA...
Dalam keseluruhan SIFAT-SIFATNYA...
Sentiasa memiliki sifat BERKEHENDAK...

BERKEHENDAK dalam KEABADIANNYA...
Mewujudkan sesuatu...
Pada waktu-waktunya yang sesuai yang DIKEHENDAKINYA...
Semenjak azali... tanpa terawal ataupun terlambat...
Terjadi sesuai dengan ILMU dan KEHENDAKNYA...
Tanpa pergantian dan perubahan....
Mengatur segala urusan...
Tanpa memerlukan pemikiran dan menunggu waktu...

KEHENDAKNYA yang satu...
Tidak membebankanNYA dari KEHENDAKNYA yang lain...
Adanya KEHENDAK ALLAH...
Sebagai hambaNYA....
Wajib beriman dengan QADHA dan QADAR...

Bila seseorang ditentukan Allah berbuat KETAATAN...
Haruslah ia menerimanya dengan keikhlasan dan kesungguhan...
Sehingga dimuliakan Allah dengan TAUFIK dan HIDAYAH yang berterusan...

Bila seseorang ditentukan Allah berbuat  KEMAKSIATAN...
Haruslah ia menghadapinya dengan penyesalan...
Beristighfar... bertaubat penuh sesalan...
Sehingga Allah dengan RAHMATNYA memberi AMPUNAN...

Bila seseorang ditentukan Allah dengan KENIKMATAN...
Haruslah ia menyikapinya dengan penuh kesyukuran...
Berzakat, bersedekah dan bersikap dermawan...
Sehingga dimuliakan Allah dengan ditambahkan lagi KENIKMATAN...

Bila seseorang ditetapkan Allah dalam KESULITAN...
Haruslah ia menerimanya dengan keredhaan dan kesabaran...
Terus berusaha, berazam dan berdoa tanpa putus harapan...
Sehingga dimuliakan Allah di Hari Pembalasan...

Sesungguhnya Qadha dan Qadar Allah...
Ibarat lautan yang dalam... Janganlah engkau menyelaminya...
Ia adalah jalan yang gelap... Janganlah engkau melaluinya...
Ia adalah RAHSIA ALLAH...
DIA telah merahsiakannya... Janganlah engkau menelitinya...
 
rosniza jusoh


ALLAH maha bijaksana dan maha mngetahui.sejak azali lgi divvaktu diciptakan roh2,DIA sudah mngetahui ape perjalanan dan nasib hidup kita,ajal maut jodoh bhagia derita kaya miskin sihat sakit,semua dah tercatat dalam kitab luh mahfuz. tetapi  semua itu  boleh diubah dgn izin dan izinNYA,ssghnya DIA maha berkehendak,DIA mampu mngubah ape yang telah ditetapkan.DIA ciptakan akal dan hati untuk manusia berfikir dan menilai ..dan doa sebagai perantaraan kita dgn DIA ...........



“…Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki.” [Huud:107]


“Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak untuk menciptakan sesuatu, maka Dia hanya mengatakan kepadanya: “Jadilah!” Lalu jadilah ia.” [Al Baqarah:117]


“…Katakanlah : “Maka siapakah yang dapat menghalangi kehendak Allah jika Dia menghendaki kemudharatan bagimu atau jika Dia menghendaki manfaat bagimu. Sebenarnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” [Al Fath:11]

 Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurniaNya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Yunus 107)

 Jika Allah sudah berkenan memberikan rahmat kepada seseorang, berkenan memberi perubahan nasib, berkenan memberi keberuntungan, berkenan memberi jalan-jalan untuk seseorang menjadi kaya dan bahagia, maka tidak ada seorangpun yang mampu menahannya.
Tapi bila Allah sudah berkenan juga untuk menahan rahmat buat seseorang dan berbuat sebaliknya, maka tidak ada satupun yang sanggup menghalangi-Nya. Dan Dialah Yang Maha Perkasa Lagi Maha Bijaksana”.
(Qs. Faathir: 2).



Hikmah; muga kita selalu bertawakal dan berdoa kepada Allah

Thursday, December 8, 2011

When you try your best, but you don't succeed
When you get what you want, but not what you need
When you feel so tired, but you can't sleep
Stuck in reverse
 When you lose something you can't replace
When you love someone, but it goes to waste

 as the room a-spinning goes
 Running in circles, chasing our tails
 Life goes on
 I'm going back to the start

 Every tear, a waterfall
 Tears stream down on your face
 every tear's a waterfall

 Saw the lights go down and standing in front of me
 Saw the lights go down at the end of the edge

Light a fire a fire a spark
Light on light
sparkling and emerge blinking
Light in fragrance
 Luminous and shine

 Lights will guide you
You’ll be glowing in the dark

Friday, December 2, 2011

Janganlah kau mengeluh

Janganlah kau mengeluh tentang sesuatu bencana yang menimpamu kepada siapa pun, baik kepada kawan mahupun lawan. Jangan pula menyalahkan Tuhanmu atas semua takdir-Nya bagimu, dan atas ujian yang ditimpakan-Nya atasmu. Beritakanlah semua kebaikan yang dilimpahkan-Nya atasmu. Beritakanlah semua kebaikan yang dilimpahkan-Nya kepadamu, dan segala puji syukur atas semua itu. Kedustaanmu menyatakan puji syukurmu atas sesuatu rahmat yang sesungguhnya belum datang kepadamu, lebih baik ketimbang cerita-ceritamu perihal kepedihan hidup. Adakah ciptaan yang sunyi dari rahmat-Nya? Allah SWT berfirman: "Dan jika kamu hitung nikmat-nikmat Allah, kamu takkan sanggup menghitungnya." (QS. 14:34) Betapa banyak nikmat yang telah kau terima, dan tak kau sedari! Jangan merasa senang dengan ciptaan, jangan menyenanginya, dan jangan menceritakan hal ehwalmu kepada siapa pun. Cintamu harus kau tujukan hanya kepada-Nya, merasa senanglah dengan-Nya dan mengeluhlah hanya kepada-Nya.

Jangan kau lihat orang lain, kerana mereka tak memberi manfaat dan mudharat. Segala suatu adalah ciptaan-Nya, di tangan-Nyalah sumber gerak atau diam mereka. Kemaujudan mereka sampai detik ini pun semata-mata kerana kehendak-Nya. Dialah penentu darjat mereka. Barangsiapa dimuliakan-Nya, maka takkan ada yang mampu menjadikannya hina. Dan barangsiapa dihinakan-Nya, takkan ada yang mampu menjadikannya mulia. Jika Allah berkehendak menimpakan keburukan atasmu, tak seorang pun sanggup mencegahnya, selain Ia sendiri. Dan jika Ia berniat melimpahkan kebaikan, tak seorang pun sanggup menahan turunnya rahmat-Nya. Nah, bila kau mengeluh terhadap-Nya, padahal kau menikmati rahmat-Nya, kau tamak, dan menutup mata atas yang kau miliki, maka Allah murka kepadamu, mencabut kembali nikmat-Nya darimu, mewujudkan segala keluhanmu, melipatgandakan kesusahanmu, dan memperhebat hukuman, kemurkaan dan kebencian-Nya kepadamu. Kau menjadi terhinakan di mata-Nya.

Oleh kerana itu, janganlah mengeluh sedikit pun, walau jasadmu digunting-gunting menjadi serpihan-serpihan kecil daging. Selamatkanlah dirimu! Takutlah kepada Allah! Takutlah kepada Allah! Takutlah kepada Allah!

Sesungguhnya, sebahagian besar musibah yang menimpa anak Adam, dikeranakan oleh keluhan-keluhan mereka terhadap-Nya. Kenapa menyalahkan-Nya? Padahal Ia Maha pengasih, Maha adil, Maha sabar, Maha pengasih, Maha penyayang, dan yang lemah-lembut terhadap hamba-hamba-Nya, melebihi seorang doktor yang sabar, pengasih, penyayang, ramah, yang juga kerabat si pesakit. Dapatkah kau temui sesuatu kesalahan pada diri seorang ayah atau ibu yang berhati mulia.

Nabi Suci saw., telah bersabda:
"Allah lebih penyayang terhadap hamba-hamba-Nya berbanding seorang ibu terhadap anaknya."

Wahai yang dirundung malang! Tunjukkanlah perilaku terbaik.
Tunjukkanlah kesabaranmu bila musibah menimpamu, meski kau tak berdaya kerananya. Bersabarlah selalu, meski kau kepayahan dalam menyerahkan diri kepada-Nya. Bertakwalah selalu kepada-Nya. Redha dan rindulah kepada-Nya. Jika masih kau temui kedirianmu, bergegaslah keluar darinya. Bila kau terhilang, dimanakah kau kan didapat? Dimanakah kau? Belumkah kau dengar firman Allah:
"Diwajibkan atas kamu berperang, sesungguhnya berperang itu sesuatu yang kamu benci. Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia baik bagimu, dan mungkin kamu menyukai sesuatu, padahal ia buruk bagimu. Dan Allah Maha-mengetahui, sedang kamu tak mengetahui." (QS>2:216).

Pengetahuan ehwal hakikat segala suatu tercabut dari hatimu dan tertutup dari penglihatanmu oleh tabir. Oleh kerana itu, jangan berlebih-lebihan dalam membenci ataupun mencintai sesuatu. Ikutilah segala ketentuan syariat dalam segala keadaan, jika kau benar-benar saleh. Setelah kau jalani hal ini, maka ikutilah semua perintah tentang wilayat, dan teguhlah selalu. Redhalah atas ketentuan-Nya dan berdamailah dengan kehendak-Nya. Dan, luruhlah ke dalam keadaan badal,  ghauts dan shiddiq.

Bertolaklah senantiasa dari jalan nasib, jangan berdiri di tengah-tengahnya, gantilah dirimu dan hasratmu (denngan kehendak-Nya), dan tahanlah lidahmu dari segala keluhan. Bila hal ini telah kau jalani, maka Tuhanmu mengurniamu kebaikan berlimpah, kehidupan yang nyaman dan bahagia, dan melindungimu, kerana ketaatanmu kepada-Nya.

Bila di dalam diri manusia, bersarang berbagai dosa, noda dan kesalahan, maka tak layak baginya bersama-Nya, sebelum ia bersih dari dosa-dosa. Tak seorang pun dapat mencium ambang pintu-Nya, kecuali ia suci dari noda ujub, sebagaimana tak seorang pun layak bersama raja, kecuali ia bersih dari noda dan bau busuk. Nah, semua musibah tak lain adalah sarana penebus dan pembersih diri. Nabi saw. Telah bersabda: "Demam sehari dapat menebus dosa sepanjang tahun."


Risalah 18
Mutiara karya Syeikh Abdul Qadir Jailani

Monday, November 21, 2011

TANGISAN DAN AIR MATA- IBNU QAYYIM



Wahai sahabatku ,ini adalah bingkisan dariku utk tatapan dan utk pedoman seharian kita dimuka bumi ini.....

jenis-Jenis Air mata

Kata Ibnu Qayyim - 10 Jenis Tangis
1) Menangis kerana kasih sayang & kelembutan hati.
2) Menangis kerana rasa takut.
3) Menangis kerana cinta.
4) Menangis kerana gembira.
5) Menangis kerana menghadapi penderitaan.
6) Menangis kerana terlalu sedih.
7) Menangis kerana terasa hina dan lemah.
Menangis untuk mendapat belas kasihan orang.
9) Menangis kerana mengikut-ikut orang menangis.
10) Menangis orang munafik - pura-pura menangis.

"..dan bahawasanya DIA lah yang menjadikan orang tertawa dan menangis." (An
Najm : 43)

Jadi, Allah lah yang menciptakan ketawa dan tangis, serta menciptakan sebab tercetusnya. Banyak air mata telah mengalir di dunia ini. Sumber nya dari mata mengalir ke pipi terus jatuh ke bumi. Mata itu kecil namun ia
tidak pernah kering ia berlaku setiap hari tanpa putus-putus. Sepertilah sungai yang mengalir ke laut tidak pernah berhenti?.kalaulah air mata itu di tampung banjirlah dunia ini.


Tangis tercela atau terpuji ??
Ada tangisan yang sangat di cela umpamanya meratapi mayat dengan meraung dan memukul-mukul dada atau merobek-robek pakaian.

Ada pula tangisan sangat-sangat! di puji dan di tuntut iaitu tangisan
kerana menginsafi dosa-dosa y ang silam atau tangis kerana takut akan azab
dan siksa Allah.


Tangisan dapat memadamkan api Neraka
"Rasulullah saw bersabda : Tidaklah mata seseorang menitiskan air
mata kecuali Allah akan mengharamkan tubuhnya dari api neraka. Dan apabila air matanya mengalir ke pipi maka wajahnya tidak akan terkotori oleh debu kehinaan, apabila seorang daripada suatu kaum menangis, maka kaum itu akan
di rahmati. Tidaklah ada sesuatupun yang tak mempunyai kadar dan balasan kecuali air mata. Sesungguhnya air mata dapat memadamkan lautan api neraka."


Air mata taubat Nabi Adam a.s
Beliau menangis! selama 300 tahun tanpa mendongak ke langit tersangat takut dan hibanya terhadap dosa yang telah ia lakukan.Dia bersujud di atasgunung dan air matanya mengalir di jurang Serandip.

Dari air matanya itulah Allah telah menumbuhkan pohon kayu manis dan pohon bunga cengkih.Beberapaekor burung telah meminum akan air mata Adam lalu berkata, "Manis sungguh air ini." Nabi Adam terdengar lalu menyangka burung itu mempersendakannya lalu ia memperhebatkan tangisannya.

Lalu Allah mendengar dan menerima taubat Adam dan mewahyukan,

"Hai Adam sesungguhnya belum Aku pernah menciptakan air lebih lazat daripada airmata taubat mu!."


Air mata yang tiada di tuntut
1. Janganlah menangis kalau tak tercapai cita-cita bukan kah Tuhan yang telah menentukannya.
2 . Janganlah menangis nonton filem hindustan itu kan cuma lakonan. Janganlah menangis kerana cinta tak berbalas mungkin dia bukanlah jodoh yang telah Tuhan tetapkan.
3. Janganlah menangis jika gagal dalam peperiksaan mungkin kita kurang membuat persediaan.
3. Jangan menangis kalau wang kita hilang di jalanan sebab mungkin kita kurang ! bersedekah buat amalan.

4. Janganlah menangis kalau tidak di naikkan pangkat yakin lah, rezki itu adalah pemberian Tuhan.

Dari itu??..

Simpanlah air mata-air mata tangisan itu semua buat bekalan untuk
menginsafi di atas segala kecuaian yang telah melanda diri, segala
dosa-dosa yang berupa bintik2 hitam yang telah mengkelamkan hati hingga sukar untuk menerima hidayah dari Allah swt. Seru lah air mata itu dari persembunyiannya di balik kelopak mata agar ia menitis membasahi dan
mencuci hati agar ia putih kembali dan juga semoga ia dapat melebur dosa2 dan moga-moga akan mendapat ampunanNya jua.

Berkata Salman Al Faarisi r.a
Aku di buat menangis atas 3 perkara jua :
1) Berpisah dengan Rasulullah saw dan para sahabat-sahabat.
2) Ketakutan seorang yang perkasa tatkala melihat malaikat Isra! il datang mencabut nyawanya.
3) Aku tidak tahu samada aku akan di p erintahkan untuk ke syurga atau neraka.


Air mata tanda rahmat Tuhan
Rasulullah saw bersabda : Jagalah mayat ketika kematiannya & perhatikanlah 3 perkara.
1) Apabila dahi nya berpeluh.
2) Airmatanya berlinang.
3) Hidungnya keluar cecair seperti hingus.

kerana hal hal tersebut menandakan rahmat Allah swt untuk si mayat.
(riwayat dari Salman al Faarisi)

Sucikanlah 4 hal dengan 4 perkara :
1 ."Wajahmu dengan linangan air mata keinsafan,
2 .Lidahmu basah dengan berzikir kepada Penciptamu,
3. Hatimu takut dan gementar kepada kehebatan Rabbmu,
4 . dosa-dosa ya! ng silam di sulami dengan taubat kepada Dzat yang Memilikimu."
sampaikanlah walau satu ayat" al hadis

IBNU QAYYIM - FADILAT ZIKIR

Hafiz Ibnu Qaiyim r.a adalah seorang ulama' hadis yang termasyhur. Beliau mengarang sebuah risalah bernama Al-Wabil yang mengandungi berbagai-bagai penjelasan mengenai kelebihan berzikir.

Di dalam risalah itu, beliau berkata bahawa zikir mempunyai faedah kira-kira lebih daripada seratus faedah. Tujuh puluh sembilan faedah beliau menukilkan di dalam risalah tersebut.

Photo Sharing and Video Hosting  at Photobucket

faedah-faedah zikir itu satu persatunya serba ringkas.
1. Zikir adalah menjauhkan syaitan dan menghancurkan kekuatannya.

2. Zikir adalah menyebabkan Allah S.W.T redha.

3. Zikir adalah menjauhkan dukacita daripada hati manusia.

4. Zikir adalah menggembirakan hati.





5. Zikir adalah menguatkan badan dan menyeronokkan sanubari.

6. Zikir adalah sinaran hati dan muka.

7. Zikir adalah menyebabkan datangnya rezeki dengan mencurah-curah (yakni murah rezeki).

8. Zikir adalah membawa orang yang berzikir itu kepada kehebatan dan kegagahan yakni dengan memandang wajahnya, seseorang itu merasa gentar.

9. Zikir adalah melahirkan cinta sejati terhadap Allah S.W.T kerana cinta itulah merupakan roh Islam, jiwa agama dan sumber kejayaan dan kebahagiaan. Barangsiapa ingin mendapat cinta Ilahi itu, maka hendaklah ia berzikir sebanyak-banyaknya.

Sebagaimana mutala'ah dan muzakarah itu merupakan pintu kejayaan ilmu, demikianlah zikrullah itu merupakan pintu cinta Ilahi.

10. Zikir adalah mendatangkan hakikat muraqabah. Muraqabah itu membawa seseorang kepada martabat insan.

Dengan adanya martabat insan, maka manusia dapat beribadat kepada Allah dalam keadaan seolah-olah ia melihat-Nya (keadaan seperti inilah merupakan tujuan asasi daripada perjuangan para sufi).

11. Zikir adalah membawa seseorang kepada penyerahan diri dengan sebulat-bulatnya kepada Allah. Dengan ini, lama-kelamaan maka setiap urusan dan dalam setiap keadaan Allah S.W.T menjadi pelindung dan pembantu baginya.

12. Zikir adalah membawa seseorang kepada takarrub (mendekatkan diri) kepada Allah. Jika zikir itu bertambah banyak, maka dengan sendirinya ia bertambah dekat kepada Allah dan sebaliknya jika ia bertambah lalai daripada berzikir maka dengan sendirinya ia bertambah jauh dari Allah S.W.T.

13. Zikir adalah membukakan pintu makrifat kepada Allah S.W.T.

14. Zikir adalah melahirkan di dalam hati seseorang akan keagungan dan kebesaran Allah S.W.T dan melahirkan semangat buat merapatkan diri dengan-Nya.


15. Zikir adalah menyebabkan Allah S.W.T ingat kepada seseorang yang ingat kepada-Nya sepertimana disebutkan di dalam Al-Quran yang bermaksud:
"Kerana itu ingatlah kamu kepada Aku, nescaya Aku ingat pula kepadamu."
(Al-Baqarah : 152)

Dan diterangkan pula di dalam hadis yang bermaksud :

"Barangsiapa mengingati Aku di dalam hatinya, nescaya Aku mengingati
pula di dalam hati-Ku."

Photo Sharing and Video Hosting  at Photobucket

16. Zikir adalah menghidupkan hati. Perbandingan zikrullah dengan hati seseorang adalah ibarat ikan dengan air. Ingatlah apakah halnya ikan itu jika ia tidak berada di dalam air?

17. Zikir adalah santapan bagi roh dan hati. Andaikata keduanya tidak dapat menikmati santapannya maka adalah sama seperti badan yang tidak dapat makanannya.

18. Zikir adalah membersihkan hati daripada karatan (kekotoran) sepertimana diterangkan di dalam hadis bahawa tiap-tiap satu mempunyai daki dan kekotoran baginya. Daki dan kekotoran hati ialah keinginan dan kelalaian yang tidak dapat dibersihkan melainkan dengan berzikir.

19. Zikir adalah menghapuskan dosa dan maksiat.

20.Zikir adalah menghapuskan keraguan dari seseorang terhadap Allah S.W.T. Sebenarnya hati orang yang lalai itu diselubungi oleh rasa ragu dan gelisah terhadap Allah. Ianya hanya dapat dihapuskan hanya dengan zikir.
Photo Sharing and Video Hosting  at Photobucket

21. Zikir adalah menyebut Allah, orang yang berzikir itu dikelilingi oleh Arsy Ilahi.

22.Barangsiapa ingat kepada Allah dalam kesenangan, Allah ingat pula kepadanya apabila ia di dalam kesusahan.

23.Zikir adalah melepaskan orang yang berzikir itu daripada azab Allah S.W.T.

24.Zikir adalah menyebabkan turunnya sakinah dan para malaikat melingkungi orang-orang yang berzikir itu.

25.Zikir adalah menyebabkan selamatnya lidah seseorang yang berzikir itu daripada mengumpat, mencela, berdusta, maki-hamun dan cakap sia-sia.

Telah dibuktikan oleh kenyataan bahawa barangsiapa yang membiasakan lidahnya dengan berzikir, maka terselamat dari sifat keji.

Sebaliknya orang yang tidak biasa dengan zikir maka dengan sendirinya ia terlibat dalam keburukan dan sifat-sifat yang keji itu.

26.Zikir akan memasukkan orang yang berzikir itu ke dalam golongan orang yang berbahagia, demikian juga bagi orang yang mendampinginya.

Sebaliknya orang-orang yang lalai dan membuat kerja-kerja yang sia-sia adalah tercampak ke dalam kancah kecelakaan. Demikian juga bagi mereka yang menyertainya.

27.Zikir akan memelihara orang yang berzikir dari menyesal pada hari kiamat.

28.Jika orang yang berzikir sambil menangis-nangis dalam keadaan sunyi diri, maka pada hari kiamat ia akan didiamkan di bawah naungan Arasyh Ilahi. Pada hari kiamat di mana manusia akan berteriak dan menjerit-jerit kerana kepanasan hari yang sangat dahsyat itu.

29.Orang yang menyibukkan dirinya dengan berzikir, maka Allah S.W.T mengurniakan kepadanya lebih dari orang yang meminta kepada-Nya.

Di dalam hadis Qudsi, Allah S.W.T ada berfirman:
"Barangsiapa tertahan oleh zikir-Ku daripada berdoa, nescaya Aku berikan kepadanya lebih daripada yang Aku berikan kepada orang yang berdoa."

30.Zikir merupakan satu ibadat yang ringan dan mudah sekali, namun ia adalah amalan yang lebih afdal dan utama dari semua ibadat kerana menggerakkan lidah itu lebih mudah dari menggerakkan seluruh badan.

31. Zikir merupakan pohon di dalam syurga.

32.Nikmat dan kurniaan yang Allah berikan kepada orang yang berzikir, tidaklah diberikan kerana amalan yang lain.

Terdapat hadis yang menerangkan:
"Barangsiapa membaca kalimah ini sebanyak 100 kali pada tiap-tiap hari, maka Allah akan memberikan pahala kepadanya yang seimbang memerdekakan 10 orang hamba sahaya dan dicatitkan di dalam buku amalannya 100 kebajikan, dihapuskan daripadanya 100 dosa, dipelihara dari godaan syaitan dan tiada siapa pun yang lebih afdal daripadanya kecuali orang yang amalannya telah melebihi.

33.Seseorang yang berzikir berterusan dengan istiqamah, ia akan terselamat daripada melukakan dirinya yang menyebabkan kecelakaan dunia dan akhirat.

Melupakan diri sendiri dan muslihat-muslihatnya bererti melupakan Allah. Barangsiapa melupakan Allah, nescaya akan dicampakkan di dalam kancah kerugian.

Allah memperingatkan kita manusia di dalam Al-Quran:
"Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan kamu seperti orang-orang yang melupakan dirinya sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik."
(Al-Hasyar: A:19 S:59 J:28 M/S:548)

Maksudnya supaya kamu janganlah menjadi orang-orang yang tidak menghiraukan Allah S.W.T, lantas Allah menjadikan mereka tidak menghiraukan diri mereka sendiri yakni hati perasaan dan akal fikiran mereka dilemahkan sehingga mereka tidak dapat menjalani jalan yang menuju ke arah kejayaan yang hakiki.

Apabila manusia melupakan diri sendiri, maka dengan sendirinya ia akan melupakan muslihat-muslihatnya, akhirnya ia menjadi mangsa kebinasaan.

Sepertimana seorang petani yang melupakan sawah ladangnya, sudah tentulah sawah ladangnya tidak mendatangkan hasil apa-apa. Akhirnya akan bertukar menjadi belukar.

34.Seseorang akan merasakan keamanan dan ketenangan jiwa tatkala lidahnya basah menyebuti zikir sehingga ia cinta kepada zikir.

Sepertimana seseorang yang mencintai air ketika ia mengalami dahaga yang amat sangat atau cinta kepada makanan ketika ia sangat lapar ataupun ia cinta kepada pakaian dan rumah semasa ia berasa sangat sejuk atau sangat panas.

Bahkan zikrullah itu lebih mustahak lagi kerana jika segala-galanya itu tidak tersedia, maka tubuh kasar manusia itu sahaja yang akan binasa, sebaliknya jika tiada zikir, roh dan hati juga akan turut binasa.

35.Dengan zikir, manusia akan mencapai kemajuan dan kejayaan dengan secara terus-menerus ketika ia sedang beristirehat ataupun ia sedang sakit, ketika ia sedang sibuk dengan mengecap nikmat hidup ataupun berada di dalam serba kekurangan.

Jika hatiperasaannya sudah bersinar dengan sinaran zikir, maka dalam setiap keadaan ia akan meningkat ke peringkat yang setinggi-tingginya.

36.Nur zikir sentiasa bersama dengan orang yang berzikir sama ada di dalam dunia ini ataupun di dalam kubur.

Firman Allah S.W.T di dalam Al-Quran:
"Apakah orang yang sudah mati (sudah sesat) kemudian Kami hidupkan ia (menjadi ia agama Islam) dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang.

Dengan cahaya itu, dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia (nur itu sentiasa bersama dengannya) serupa dengan orang yang berada di dalam keadaan gelap-gelita yang tidak dapat keluar daripadanya."
(Al-An’am: A:122 S:6 J:7)

Hati perasaan orang yang berzikir akan bersinar gilang-gemilang dengan cahaya makrifat. Nur adalah sesuatu yang teragung sekali. Ianya membawa kepada kejayaan yang gilang-gemilang.

Lantaran itulah, Nabi Muhammad s.a.w sentiasa menuntut dan memohon dengan berulang-ulang kali dan meminta nur itu bagi setiap anggota tubuhnya sepertimana doa-doa yang didapati di dalam kitab-kitab hadis yang didoakan oleh baginda s.a.w seperti yang berikut di bawah ini:

"Ya Allah ! Berikanlah nur kepada dagingku, nur pada tulang-tulangku, nur pada rambutku, nur pada kulitku, nur pada pendengaranku, nur pada penglihatanku, nur dari atasku, nur dari bawahku, nur dari kananku, nur dari kiriku, nur dari mukaku, nur dari belakangku dan jadikanlah nur itu di dalam diriku dan juga besarkanlah nur itu untukku."

Maka menerusi nur itulah, amalan perbuatan seseorang itu akan bercahaya terang benderang sehingga amal perbuatan yang baik dari seseorang itu dibawa ke langit yang didapati daripadanya cahaya seperti cahaya matahari dan nur yang serupa itulah akan kelihatan pada mukanya di hari kiamat nanti.

Photo Sharing and Video Hosting  at Photobucket

37.Zikir adalah intisari ilmu tasawuf yang diamalkan oleh setiap ahli tariqat. Jika telah terbuka pintu zikir bagi seseorang, bererti telah terbuka baginya jalan yang menuju ke jalan Allah.

Barangsiapa yang telah menuju ke jalan Allah, nescaya ia telah dapat segala-galanya yang dikehendaki kerana tidak berkurangan apa-apa pada khazanah Ilahi.

38.Pada hati manusia, ada satu bahagian yang tidak subur melainkan zikrullah. Apabila zikir menguasai hati maka bukan ia menyubur bagi hati itu sahaja bahkan ia menjadi orang yang berzikir itu hidup dengan makmur walaupun ia tiada harta benda.

Memuliakannya walaupun tidak berkeluarga dan menjadikannya pengusaha walaupun ia tidak mempunyai kerajaan.

Sebaliknya orang yang lalai daripada berzikir pasti dia akan dihinakan walaupun ia mempunyai harta benda, kaum keluarga dan kerajaan yang besar.

39.Zikir adalah menghimpunkan kembali yang telah bercerai dan menceraikan yang telah berhimpun, mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat.

Yakni hati perasaan manusia yang diselubungi oleh berbagai keraguan, dukacita dan kegelisahan itu semuanya dilenyapkan sama sekali dan dilahirkan ketenteraman dan ketenangan jiwa.

Hati perasaan dan jiwa manusia yang dikuasai oleh perbuatan yang keji-keji itu dibersihkan. Manusia yang sentiasa digodai dan dikuasai oleh tentera-tentera syaitan itu diceraikan daripadanya.

Akhirat yang jauh itu didekatkan dan dunia yang dekat itu dijauhkan dari manusia.

40.Zikir adalah menggerakkan hati manusia daripada tidur dan menyedarkannya daripada lalai. Selagi hati dan jiwa manusia tidak sedar, maka selama itulah ia mengalami kerugian demi kerugian.

41. Zikir adalah merupakan satu pohon yang setiap masa mendatangkan buah makrifat. Menurut istilah ulama’-ulama’ tasawuf, pohon itu mendatangkan buah ahwal dan makamat.

Semakin zikir itu diperbanyakkan semakin akar pohon itu kukuh. Semakin akarnya kukuh, semakin itulah pohon itu mengeluarkan buahnya.

42.Zikir adalah mendekatkan hamba kepada Allah. Firman Allah S.W.T di dalam Al-Quran:

"Sesungguhya Allah S.W.T beserta dengan orang-orang yang bertaqwa (takut)."

Di dalam hadis Qudsi Allah S.W.T berfirman:
"Adalah Aku menyertai hamba-Ku selama ia mengingati Daku."

Di dalam hadis Qudsi yang lain, Allah telah berfirman:
"Orang-orang yang mengingati Aku itu ialah orang Aku.

Aku tidak menjauhkan dari rahmat-Ku. Jika mereka bertaubat dari dosa-dosa mereka, maka Aku menjadi kekasih bagi mereka, tetapi sebaliknya jika mereka tidak bertaubat, maka Aku menjadi jururawat bagi mereka.

Aku mencampakkan mereka ke dalam kancah penderitaan supaya Aku membersihkan mereka dari dosa-dosa."

Penyertaan Allah S.W.T yang dicapai menerusi zikir itu adalah penyertaan yang tidak ada tolok bandingnya. Hakikat penyertaan itu tidak mungkin dicatit dan tidak mungkin juga dibicarakan.

Kelazatannya dengan erti kata yang sebenar boleh dirasai oleh orang yang telah mencapainya.

43.Zikir adalah seimbang dengan memerdekakan hamba, membelanjakan harta dan berjuang di jalan Allah.

44.Zikir adalah sumber syukur. Barangsiapa yang tidak mengingati Allah, ia tidak dapat bersyukur kepada-Nya.

Di dalam sebuah hadis menceritakan bahawa Nabi Musa a.s pernah berkata kepada Allah,
"Ya, Allah ! Engkau telah menganugerahkan kepadaku nikmat-nikmat yang amat banyak, maka tunjukilah aku cara-cara bersyukur supaya aku sentiasa dapat bersyukur kepada-Mu."

Kemudian Allah S.W.T berfirman kepada Nabi Musa, "Sebanyak yang engkau berzikir, sebanyak itulah engkau bersyukur."

Allah berfirman:
"Hendaklah lidahmu sentiasa dibasahi dengan berzikir."

45.Yang mulia di antara orang-orang yang bertaqwa pada sisi Allah ialah yang sentiasa sibuk dengan berzikir kerana natijah taqwa ialah syurga sedangkan natijah zikir ialah penyertaan Allah S.W.T.

46.Pada hati manusia ada semacam kekerasan yang tiada berubah menjadi lembut melainkan dengan berzikir.

47.Zikir adalah rawatan bagi penyakit-penyakit hati.

48.Zikir adalah sumber persahabatan dengan Allah. Lalai adalah sumber permusuhan dengan-Nya.

49.Tiada satu apa pun yang menambahkan nikmat-nikmat Allah dan menyelamatkan daripada azab-Nya lebih daripada zikrullah.

50.Allah S.W.T menurunkan rahmat-Nya kepada orang-orang yang berzikir dan para malaikat berdoa untuk mereka.

51. Barangsiapa yang ingin menikmati syurga sedangkan ia masih berada di dalam dunia ini maka hendaklah ia menyertai majlis-majlis zikir kerana zikir itu adalah umpama taman-taman syurga.

52.Majlis zikir adalah majlis para malaikat.

53.Allah S.W.T membanggakan orang yang berzikir di hadapan para malaikat.

54. Barangsiapa sentiasa berzikir, ia akan masuk ke dalam syurga tersenyum-senyum.

55.Segala amalan diwajibkan semata-mata kerana zikrullah.

56. Amalan yang paling afdal ialah amalan yang disertakan zikir sebanyak-banyaknya. Puasa yang paling afdal ialah puasa yang disertakan zikir sebanyak-banyaknya. Haji yang paling afdal ialah haji yang disertakan dengan zikir sebanyak-banyaknya. Demikian juga jihad dan amalan yang lain-lain.

57. Zikir ialah pengganti bagi ibadat-ibadat nafilah (ibadat-ibadat sunat). Pada satu ketika, satu golongan orang yang miskin telah datang berjumpa dengan Rasulullah s.a.w merayu hal mereka kepada Rasulullah s.a.w:

“Ya, Rasulullah s.aw! Saudara kami yang berharta-benda telah meningkat darjat yang setinggi-tingginya disebabkan harta kekayaan mereka. Mereka bersembahyang seperti kami bersembahyang, mereka berpuasa seperti kami berpuasa, tetapi kerana harta kekayaan, mereka telah mendahului kami dengan mengerjakan haji, umrah, jihad dan lain-lain."

Sebagai menjawab Rasulullah s.aw bersabda:
"Mahukah kamu sekelian aku ajarkan sesuatu untuk mendahului sesama kamu sehingga tiadalah lagi seorang pun yang lebih afdal daripada kamu kecuali orang yang berbuat seperti yang kamu perbuat?"

Selanjutnya Baginda Rasulullah s.a.w bersabda:
"Bacalah kamu sekelian selepas tiap-tiap sembahyang." (berzikir)
Ini menunjukkan bahawa Baginda Rasulullah s.a.w menganggap zikir ini sebagai pengganti haji, urnrah, jihad dan lain-lain (bagi orang yang tidak berada).


58. Zikir adalah pendorong bagi ibadat-ibadat lain. Dengan berzikir sebanyak-banyaknya, maka ibadat yang lain itu menjadi lebih mudah dan senang malah kelazatan ibadat-ibadat itu pun dirasai benar.

Oleh itu, semua ibadat itu dapat dikerjakan tanpa keberatan dan kesukaran apa-apa.

59.Dengan berzikir, semua keberatan akan menjadi ringan. Setiap kesukaran akan menjadi ringan dan semua bala bencana akan lenyap.

60.Lantaran zikirlah, segala rupa ketakutan dan kebimbangan akan terhindar. Zikrullah adalah mempunyai satu kuasa yang khas untuk melahirkan ketenteraman dan akan melenyapkan ketakutan.

Ianya mempunyai kesan yang istimewa di mana semakin berzikir sebanyak-banyaknya, semakin itulah akan mencapai ketenteraman dan akan lenyap ketakutan.

61.Zikir adalah melahirkan kekuatan dan tenaga yang terkhas kepada manusia. Dengan kekuatan itu, ia dapat menyelenggarakan urusan-urusan yang agak sukar.

62.Pemberesan urusan-urusan akhirat adalah dahulu-mendahului di antara satu sama lain. Di dalam mendahului antara satu sama lain ini, yang kelihatan di hadapan sekali ialah orang-orang yang berzikir.

Diriwayatkan dari Omar Khadam Gufarah r.a katanya:
"Apabila amal perbuatan manusia diganjari pada hari kiamat maka sebahagian besar dari manusia akan menyesal sambil berkata:

"Alangkah bagusnya jika dahulunya kita memperbanyakkan amalan yang ringan dan mudah sekali iaitu zikir."

Di dalam sebuah hadis ada dilaporkan bahawa Baginda Rasulullah s.a.w telah bersabda:

"Telah mendahului mereka yang mufarrid."

Para sahabat bertanya:
"Siapakah yang mufarrid itu, ya Rasulullah?"

Baginda menjawab: "Mereka yang mengingati Allah sebanyak-banyaknya kerana zikir adalah meringankan bebanan mereka."

63.Allah S.W.T sendiri membenarkan dan memuji orang-orang yang berzikir. Orang-orang yang dibenarkan oleh Allah S.W.T tidaklah akan dibangkitkan bersama-sama orang yang berdusta.

64. Zikir adalah menyebabkan terbinanya rumah di dalam syurga. Apabila seseorang hamba berhenti daripada berzikir maka para malaikat berhenti daripada membina rumah itu.

Apabila mereka ditanya, "Mengapakah kamu berhenti membina rumah itu?"

Maka mereka menjawab, "Bahawa perbelanjaannya belum tiba lagi."

Di dalam sebuah hadis lagi ada disebutkan barangsiapa yang mengucapkan (berzikir) sebanyak 7 kali, nescaya dibinakan satu menara untuknya di dalam syurga.

65. Zikir adalah perisai atau pendinding bagi Neraka Jahannam. Barangsiapa yang dimasukkan ke dalamnya kerana amal perbuatannya yang tidak baik, maka zikirnya itu menjadi pendinding di antaranya dengan Neraka Jahannam tersebut. Semakin banyak berzikir dibuat maka semakin kuatlah pendinding itu.

66. Para malaikat beristighfar (memohon keampunan) bagi orang yang berzikir. Diberitakan kepada Amar bin Aas r.a yang beliau meriwayatkan bahawa apabila seseorang hamba mengucapkan (berzikir) maka para malaikat berkata, "Ya, Allah! Ampunilah dia." (Dan termaklum bahawa doa para malaikat itu tidak ditolak malahan terus dikabulkan).

67.Jika seseorang berzikir di atas gunung atau di tanah datar, maka tempat tersebut akan merasa bangga.

Di dalam sebuah hadis ada diberitakan bahawa gunung-gunung bertanya¬tanyakan di antara satu sama lain bahawa hari ini adakah seseorang yang berzikir itu melalui di atas engkau.

Jika diberitahukan, "Ya, ada yang melaluinya maka ia akan berasa gembira lagi bangga."

68.Memperbanyakkan zikir adalah merupakan sijil bagi kelepasan bagi kemunafikan.

Allah S.WT telah berfirman:
"Mereka tidak mengingati Allah melainkan sedikit."
(An-Nisa A:142 S:4 J:5 M/S:101)

Ka'ab Akhbar r.a berkata:
"Barangsiapa berzikir sebanyak-banyaknya terpelihara ia daripada kemunafikan."

69.Berbanding dengan amalan-amalan yang baik maka zikir mempunyai satu kelazatan yang tidak didapati pada amalan¬amalan yang lain.

Jika zikir tidak mempunyai satu fadilat pun selain daripada kelazatan tadi maka memadailah dia.

Malik bin Dinar r.a berkata, "Bahawa seseorang tidak akan berasa lazat dari suatu apa pun seperti kelazatan berzikir."

70.Pada wajah orang berzikir itu didapati kegembiraan di dunia ini dan akan kelihatan nur padanya di hari kiamat.

71. Barangsiapa yang mengingati Allah sebanyak-banyaknya di tengah-tengah jalan, di rumah, di dalam safar dan ketika berada di dalam kampung, maka ia akan mempunyai pembela-pembela yang ramai sekali di hari hisab kelak.

Di dalam menerangkan keadaan hari kiamat, Allah S.W.T berfirman:
“Pada hari itu (yakni hari kiamat) bumi menceritakan berita-beritanya."

Baginda Rasulullah s.a.w bertanya kepada para sahabat:
"Tahukah kamu berita-berita bumi itu?"

Mereka menjawab:

"Tidak. Kami tidak tahu, ya Rasulullah s.a.w."

Baginda Rasulullah s.a.w bersabda:
"Pekerjaan-pekerjaan yang dibuat oleh lelaki dan wanita (sama ada pekerjaan yang baik ataupun yang buruk) di permukaan bumi ini, maka bumi akan menceritakan bahawa si fulan pernah melakukan sekian perbuatan di sekian tempat di permukaannya pada sekian masa.

Oleh itu, orang-orang yang berzikir sebanyak-banyaknya di tempat-tempat yang berlainan maka dia akan mempunyai saksi yang banyak di hari hisab nanti."



72. Selama lidah sibuk dengan berzikir maka selama itulah ia terpelihara daripada perbicaraan yang sia-sia, berdusta, mengumpat dan sebagainya. Kerana lidah itu sememangnya tidak bisa diam, ia akan sibuk berzikir kalau tidak sudah tentu dengan kesia-siaan.

Demikian juga halnya hati jika ia tidak sibuk dengan mencintai Khalik, maka sudah tentu ia sibuk dengan mencintai makhluk.

73.Syaitan adalah musuh manusia yang nyata. Ia mencampakkan manusia di dalam kancah kerunsingan dan kegelisahan dengan berbagai cara. Ia juga mengerumuni mereka dari tiap penjuru.


selamat beramal
http://datukseriorgkaya.blogspot.com/2011/01/zikir-dalam-silat.html

Friday, November 11, 2011

WASIAT-WASIAT TERAGUNG !




1)  RASULULLAH S.A.W.

“Telah bersabda Rasullah s.a.w. Jibrail sentiasa mengharap-harapkan akan menjadi manusia kerana tujuh perkara iaitu, sembahyang yang lima berimam, duduk bersama ulamak-ulamak, menziarah orang sakit, menghantar jenazah, memberi air minum, mendamaikan diantara dua orang bermusuh-musuhan dan memuliakan jiran serta anak-anak yatim. Maka bersungguh-sungguhlah engkau diatas perkara tersebut”.

Telah bersabda Rasullah s.a.w. beramallah engkau dengan lurus hati kerana Allah. Bahawasanya Allah Ta’ala tidak akan menerima melainkan orang yang lurus hatinya. Allah Ta’ala telah berfirman yang bermaksud;

            “Barang siapa mengharap untuk berjumpa dengan Tuhanya maka hendaklah
            Dia beramal yang baik den janganlah mempersekutukan Tuhan dengan apa
            Juga pun”.

 


Wasiat terakhir Rasulullah s.a.w. 


Mengimbau kembali lembaran sirah Junjungan Besar Nabi Muhammad SAW, Padang Arafah menjadi suatu medan yang terpalit suatu peristiwa yang amat menyentuh hati dan mengharukan bagi manusia yang mempunyai tunjang aqidah muslim. Di sinilah tempatnya Rasulullah SAW menyampaikan amanatnya buat terakhir kalinya. Sebuah khutbah terakhir yang penuh maksud dan sama sekali menyentuh hati para pencinta Kekasih Allah itu.

Rasulullah SAW bertolak dari Mina ke Arafah setelah naiknya mentari 9 Zulhijjah. Sebuah khemah didirikan untuk baginda. Baginda masuk dan berada di dalamnya sehingga waktu Zohor. Kemudian, Rasulullah SAW mengarahkan al-Qaswah, yakni untanya untuk disiapkan. Lalu Rasulullah SAW menaikinya sehingga tiba di Wadi Uranah. Di hadapan Baginda SAW, ribuan sahabat mengelilingi Baginda SAW dengan perasaan yang penuh dengan debaran menanti apakah yang akan disampaikan oleh Baginda SAW.

Baginda SAW pun bangun berdiri dan menyampaikan khutbahnya yang penuh bersejarah itu.

"Segala puji bagi Allah. Kita memuji, meminta pertolongan, beristighfar, dan bertaubat kepada-Nya. Kita berlindung dengan-Nya daripada kejahatan diri dan keburukan amalan kita. Sesiapa yang Allah berikan hidayat kepadanya, maka tidak ada sesiapa yang boleh menyesatkannya. Sesiapa yang disesatkan oleh Allah, maka tidak ada siapa yang boleh memberi hidayat kepadanya. Aku menyaksikan bahawa tiada Tuhan melainkan Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Aku menyaksikan bahawa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Aku berpesan kepada kamu wahai hamba-hamba Allah supaya bertaqwa kepada Allah dan menggesa kamu supaya mentaati-Nya."

Aku membuka khutbahku ini dengan muqaddimah yang baik. Wahai manusia! Sila dengar apa yang akan kukatakan ini. Aku tidak tahu adakah aku akan dapat bersama kamu semua lagi selepas tahun ini, di tempat ini selamanya.

1. Sesungguhnya darah kamu,harta benda kamu, dan kehormatan diri kamu telah terpelihara (diharamkan) sebagaimana diharamkan hari ini, bulan ini, dan Bandar ini (Makkah dan kawasan sekitarnya).

2. Sesiapa yang memegang amanah, maka dia hendaklah mengembalikan amanah tersebut kepada tuan punyanya.

3. Ingatlah! Segala amalan jahiliyyah telah berada di tapak kakiku (yakni telah dihapuskan).

4. Tuntutan hutang darah di zaman jahiliyyah (sebelum Islam) telah diampunkan. Tuntutan darah pertama yang aku batalkan adalah darah Ibnu Rabi’ah bin al-Haris yang telah disusukan oleh Bani Saad kemudian telah dibunuh oleh Huzail.

5. Riba adalah haram dan aku memulainya dengan membatalkan riba yang akan diterima oleh Abbas bin Abdul Mutalib. Sesungguhnya ia dihapuskan keseluruhannya.

6. Wahai manusia! Takutilah Allah SWT dalam urusan yang berkaitan dengan wanita. Sesungguhnya kamu telah mengambil mereka sebagai amanah daripada Allah SWT dan mereka telah dihalalkan kepada kamu dengan kalimat Allah. Wajib ke atas merea untuk menjaga kehormatan kamu dan menjaga diri daripada melakukan perbuatan buruk, jika mereka lakukannya, maka kamu berhak untuk menghukum mereka tetapi bukanlah dengan pukulan yang mencederakan. Jika isteri-isteri kamu setia dan jujur terhadapmu, maka wajib ke atas kamu menjaga makan-pakai dengan baik.

7. Semua orang mukmin adalah bersaudara. Oleh itu, tidak halal bagi seorang muslim mengambil harta orang lain kecuali setelah mendapat kebenaran daripada tuannya.

8. Jangan kamu kembali menjadi kafir selepas pemergianku, di mana sebahagian daripada kamu memerangi sebahagian yang lain. Aku telah tinggalkan kamu suatu panduan. Jika kamu berpegang teguh dengan ajarannya, maka kamu tidak akan sesat selama-lamanya yakni al-Quran dan as-Sunnah.

9. Wahai manusia! Sesungguhnya tiada nabi lagi selepasku dan tiada lagi umat selepas kamu. Maka aku menyeru agar kamu menyembah Allah SWT Tuhan kamu dan menunaikan solat lima waktu, berpuasa pada bulan Ramadhan, serta mengeluarkan zakat hartamu dengan kerelaan. Dan kerjakanlah haji ke Rumah Suci Tuanmu (Kaabah), untuk itu kamu akan masuk syurga Tuhanmu.

10. Tuhan kamu adalah Maha Esa, datuk kamu pula adalah satu, kamu semua berasal daripada Adam dan Adam telah dijadikan daripada tanah. Orang yang paling baik dalam kalangan kamu ialah mereka yang paling bertaqwa terhadap Allah. Tiada kelebihan bagi bangsa Arab berbanding bangsa lain kecuali dengan taqwa.

11. Allah SWT telah menetapkan hak menerima pusaka kepada keluarga si mati. Oleh itu, tidak boleh membuat wasiat kepada penerima pusaka. Sesungguhnya laknat Allah ke atas sesiapa yang mengaku sebagai bapa kepada bukan bapanya yang sebenar, juga laknat daripada para malaikat dan seluruh manusia.

12. Kemudian kamu akan disoal tentang aku. Maka apa yang kamu jawab? Mereke menjawab, “Kami bersaksi bahawa tuan telah menyampaikan dan menyempurnakan risalahmu”. Baginda SAW lalu mengangkat tangannya ke langit dan menurunkannya ke arah orang ramai sambil berkata, “Ya Allah! Saksikanlah”. Baginda SAW mengucapkannya sebanyak tiga kali. Orang yang mengulang kembali ucapan Rasulullah SAW dengan kuatnya di Arafah ialah Rabi’ah bin Umayyah bin Khalaf r.a.






2)Nabi Khidir Ya Bunya Ibni Murqan

Pesan yang Pertama
Ketika Nabi Khidir hendak berpisah dengan Nabi Musa, dia (Musa) berkata, “Berilah aku wasiat”.

Jawab Nabi Khidir :

1. “Wahai Musa”, jadilah kamu seorang yang berguna bagi orang lain.

2. Janganlah sekali-kali kamu menjadi orang yang hanya menimbulkan kecemasan diantara mereka sehingga kamu dibenci mereka.

3. Jadilah kamu orang yang senantiasa menampakkan wajah ceria dan janganlah sampai mengerutkan dahimu kepada mereka.

4. Janganlah kamu keras kepala, atau bekerja tanpa tujuan.

5. Apabila kamu mencela seseorang, hanya karena kekeliruannya saja. Kemudian tangisi dosa-dosamu.

Pesan ke Dua.

Diriwayatkan bahwa setelah Khidir mau meninggalkan Nabi Musa, dia (Khidir) berpesan kepadanya :

Wahai Musa, pelajarilah ilmu-ilmu kebenaran agar kamu dapat mengerti apa yang belum kamu fahami, tetapi janganlah sampai kamu jadikan ilmu-ilmu hanya sebagai bahan omongan. (Riwayat Ibnu Abi Hatim dan Ibnu Asakir).

Faham sesuatu ilmu bukan untuk modal berdebat, menonjolkan sesuatu faham yang berseberangan dan faham yang baru selesai dipelajarinya itu adalah yang paling benar sehingga bangga atas golongannya itu dan mengajak adu argument bahwa dialah yang paling benar sendiri, ini tidak dibenarkan sebab berdebat itu tidak diperbolehkan sebagaimana surat Al Baqarah ayat 139 :

“Katakanlah, apakah kamu memperdebatkan dengan kami tentang Allah, padahal Dia adalah Tuhan kami dan Tuhan kamu, bagi kami amalan kami, bagi kamu amalan kamu dan hanya kepada Nya kami mengikhlaskan hati”.

Berseberangan faham yang sudah diyakini tidaklah perlu diusik satu sama lain karena masing-masing sudah kokoh dalam keyakinannya hanya saja ajakan orang-orang yang masih ngambang atau yang belum iman.

Pesan ke tiga.

1. Wahai Musa, sesungguhnya orang yang selalu memberi nasehat itu tidak pernah merasa jemu seperti kejemuan orang-orang yang mendengarkan.

2. Maka janganlah kamu berlama-lama dalam menasehati kaummu.

     Berilah nasehat singkat, padat, berisi dan yang penting tidak membosankan.

3. Dan ketahuilah bahwa hatimu itu ibarat sebuah bejana yang harus kamu rawat dan pelihara dari hal-hal yang bisa memecahkannya.

Iman didalam hati belum tentu sudah kokoh tanpa djaga dan dirawat dan dipelihara karena lapisan luar hati masih dipenuhi oleh hawa nafsu yang selalu mengajak ke arah perbuatan yang kurang baik. Maka dari itu waspadalah dalam menjaga hati jangan sampai hati terpengaruh dari hasutan syaitan yang cara penyusupan penyerangannya lewat hawa nafsu. Begitu hati sudah terkena pengaruh hawa nafsu pecahlah hati ini. Dan hati-hatilah dalam menjaganya.

4. Kurangilah usaha-usaha duniawimu dan buanglah jauh-jauh dibelakangmu, karena dunia ini bukanlah alam yang akan kamu tempati selamanya.

5. Kamu diciptakan adalah untuk mencari tabungan pahala-pahala akhirat nanti.

6. Bersikap ikhlaslah dan bersabar hati menghadapi kemaksiatan yang dilakukan kaummu.

7. Hai Musa, tumpahkanlah seluruh pengetahuan (ilmu) mu, karena tempat yang kosong akan terisi oleh ilmu yang lain.

Kewajiban manusia yang berilmu untuk membagi ilmunya kepada orang lain yang membutuhkan, bukan ilmu yang diberikan kepada orang lain itu habis tetapi malah sebaliknya justru bertambah banyak. Apa sebabnya?. Karena, ilmu yang kita berikan kepada orang lain dengan ikhlas dan ridha, Allah pun ridha menambah ilmu Nya kepada orang tersebut.

8. Janganlah kamu banyak mengomongkan ilmumu itu, karena akan dipisahkan oleh kaum ulama’.

Membicarakan ilmu yang sudah dicapai dengan predikat ilmu mukasyafah dengan orang yang diluar kelompoknya yang masih dibawah jauh dari ilmu yang dicapai, maka akan terjadi kurang baik bagi dirinya juga bagi orang lain. Pendapat mengenai hal ini, Imam Al Ghozali mengatakan, Pengetahuan-pengetahuan yang begini yang hanya boleh dikemukakan melalui isyarat, tidak diperkenankan untuk diketahui setiap manusia. Begitulah halnya dengan orang yang berpengetahuan tersebut tersingkap padanya, dia tidak boleh mengungkapkannya kepada orang yang pengetahuan tersebut tidak tersingkap atasnya. (Sufi dari Z.Z. hal. 181).

9. Maka bersikaplah sederhana saja, sebab sederhana itu akan menghalangi aibmu dan akan membukakan taufiq hidayah Allah untukmu.

10. Berantaslah kejahilanmu dengan cara membuang sikap masa bodohmu (ketidak pedulian) yang selama ini menyelimutimu.

Menahan dan menyingkirkan sifat-sifat yang kurang baik bukan main susahnya kalau tidak dilandasi dengan dzikir kalbu, sebab dzikir kalbu dapat mengikis sifat-sifat yang kurang baik yang sekian lama membelenggu diri.

Dengan dzikrullah yang dikerjakan di kalbu, disamping menghilangkan sifat-sifat yang kurang baik, sifat-sifat yang baik pun menguasai diri dan menambah ketenangan dan ketentraman hati.

11. Itulah sifat orang-orang arif dan bijaksana, menjadi rahmat bagi semua.

12. Apabila orang bodoh datang kepadamu dan mencacimu, redamlah ia dengan penuh kedewasaan serta keteguhan hatimu.

13. Hai putra Imron, kamu sadari bahwa ilmu Allah yang kamu miliki hanya sedikit.

14. Sesungguhnya menutup-nutupi kekurangan yang ada pada dirimu atau bersikap sewenang-wenang adalah menyiksa diri sendiri.

15. Janganlah kamu buka ilmu ini jika kamu tidak bisa menguncinya. Jangan pula kamu kunci pintu ilmu ini jika tidak tahu bagaimana membukanya, hai putra Imron.

16. Barang siapa yang menepuk-nepuk harta benda, dia sendiri bakal mati tertimbun dengannya hingga dia merasakan akibat dari kerakusannya itu.

17. Namun, semua hamba yang selalu mensyukuri karunia Allah serta memohon kesabaran atas ketentuan-ketentuan Nya, dialah hamba yang zuhud dan patut diteladani.

18. Bukankah orang yang seperti itu mampu mengalahkan nafsu syahwatnya dan dapat memerangi bujuk rayu syaitan?

20. Segala amal kebajikannya akan dibalas dengan pahala di akhirat.

21. Sedangkan kehidupan dunianya akan tentram ditengah-tengah masyarakar yang merasakan jasanya.

22.Hai Musa, pelajarilah olehmu ilmu-ilmu pengetahuan agar kamu dapat mengetahui segala yang belum kamu ketahui, misalnya masalah-masalah yang tidak bisa diomongkan atau dijadikan bahan pembicaraan saja.

Ilmu yang tidak bisa diomongkan itu ada beberapa macam antara lain penyampaiannya memakai bahasa isyarat, bahasa gerak, bahasa perlambang, bahasa kias, dan bahasa simbolis. Ada juga yang memakai bahasa kalbu, ada lagi cara penyampaiannya lewat mimpi dan yang setengah sadar. Menerima pelajaran seperti itu semua memang tidak bisa diomongkan kepada orang yang belum bisa memahaminya. Mempelajari ilmu yang seperti itu dimulai dengan dzikir kalbu dan menghidupkan perasaan antara lain, perasaan lahiriyah / fisik, perasaan akal / otak, perasaan kalbu / hati, serta menghidupkan perasaan indra-indra dhohiriyah maupun indra-indra batiniyah.

23. Itulah penuntun jalanmu dan orang-orang akan disejukkan oleh hatimu.

24. Hai Musa putra Imron, jadikanlah pakaianmu bersumber dari dzikir dan fakir serta perbanyaklah amal kebajikan.

25. Suatu hari kamu tidak dapat mengelak dari kesalahan, maka pintalah ridha Allah dengan berbuat kebajikan, karena pada saat-saat tertentu akalmu pasti melanggar larangan Nya.

26. Sekarang telah kupenuhi kehendakmu untuk memberi pesan-pesan kepadamu.

27. Omonganku ini tidak akan sia-sia apabila kamu mau menurutinya.

Setelah itu Khidir meninggalkan Nabi Musa yang duduk termenung dalam tangis kesedihan.

(Dikutib dari buku Kisah Khidir dan 9 Tokoh Sufi oleh ABU KHALID MA. Pustaka Agung Surabaya).

Thursday, November 10, 2011

VVASIAT-VVASIAT TERAGUNG !!





3) Syaikh Abdul Qadir Jailani 

Nasihat-nasihat  penting dari ulama agung Sheikh Abdul Qadir Al Jailani kepada anaknya Sheikh Abdul Wahab sebelum kematian beliau :

1.     Takutlah kepada Allah SWT semata-mata tanpa  merasa takut kepada Makhluk Allah SWT.
2.    Berharaplah hanya kepada Allah SWT.
3.     Pintalah apa jua yang engkau perlukan hanya kepada Allah SWT.
4.    Bergantung haraplah hanya kepada Allah SWT.
5.     Yakinlah dengan sebenarnya kepada Allah SWT.
6.    Tauhidlah dengan sebenarnya kepada Allah SWT

 7.   Ikutilah Sunnah rasul dengan penuh keimanan, jangan mengerjakan bid’ah, patuhlah selalu kepada Allah swt dan Rasulnya, janganlah melanggar. Junjung tinggi tauhid, jangan menyekutukan Allah swt, selalu sucikan Allah swt, dan jangan berburuk sangka kepadanya. Pertahankanlah kebenarannya, jangan ragu sedikitpun. Bersabarlah selalu, jangan menunjukkan ketidak sabaran. Beristiqomahlah dengan berharap kepadanya; bekerja samalah dalam ketaatan, jangan berpecah belah. Saling mencintailah, dan jangan saling mendendam. 

8. Tabir penutup kalbumu tak akan tersibak selama engkau belum lepas dari alam ciptaan; tidak berpaling darinya dalam keadaan hidup selama hawa nafsumu belum pupus; selama engkau melepaskan diri dari kemaujudan dunia dan akhirat; selama jiwamu belum bersatu dengan kehendak Allah swt dan cahayanya. Jika jiwamu bersatu dengan kehendak Allah swt dan mencapai kedekatan denganNya lewat pertolonganNya. Makna hakiki bersatu dengan Allah swt ialah berlepas diri dari makhluq dan kedirian; serta sesuai dengan kehendaknya tanpa gerakmu; yang ada hanya kehendaknya. Inilah keadaan fana dirimu; dan dalam keadaan itulah engkau bersatu denganNya; bukan dengan bersatu dengan ciptaannya. Sesuai Firman Allah swt :”Tak ada sesuatupun yang serupa dengannnya. Dan dialah yang Maha Mendengar dan Maha Melihat” 

   9. Anakku! Pertama-tama nasihatilah dirimu, kemudian nasihatilah orang lain. Perhatikanlah dirimu, jangan mengurusi orang lain, jangan mengurusi orang lain selama dalam dirimu masih ada sesuatu yang harus diperbaiki. Sungguh celaka, engkau mengaku tahu cara menyelamatkan orang lain! Engkau buta, bagaimana dapat menuntun orang lain? Hanya yang memiliki penglihatan tajamlah yang mampu menuntun umat manusia. Hanya seorang perenang handallah yang mampu menyelamatkan mereka dari samudera ganas. Hanya orang yang mengenal Allah swt lah yang dapat mengembalikan manusia ke jalan-Nya. Seseorang yang tidak mengenal-Nya, bagaimana dapat menuntun manusia ke jalan-Nya?

10.  Hai orang-orang yang lalai! Secara terang-terangan engkau menentang Allah swt yang Maha Benar dengan bermaksiat kepada-Nya tetapi merasa aman dari siksa-Nya? Ketahuilah tak lama lagi rasa aman itu akan berubah menjadi ketakutan, masa luangmu menjadi kesempitan, kesehatanmu menjadi sakit, kemuliaanmu menjadi kehinaan, kedudukanmu menjadi rendah, kekayaanmu menjadi kemiskinan. Ketahuilah! Rasa aman dari siksa Allah ‘Azza wa jalla yang akan kau peroleh di hari kiamat sesuai dengan rasa takutmu kepada-Nya di dunia ini. Sebaliknya, ketakutanmu di hari kiamat, sesuai dengan rasa amanmu ( dari siksa Allah swt ) di dunia.
Sayangnya! Engkau tenggelam di dunia dan terperosok ke lembah kelalaian, sehingga cara hidupmu seperti hewan. Yang kalian ketahui hanya makan, minum, menikah dan tidur. Keadaan kalian ini tampak nyata bagi orang-orang yang berhati suci.
Rasa rakus terhadap dunia, keinginan untuk mencari dan menumpuk-numpuk harta telah memalingkan kalian dari jalan Allah ‘Azza wa jalla dan pintu-Nya


11.  Hai yang ternoda karena ketamakannya, andaikata kau bersama penghuni bumi bersatu untuk mendatangkan sesuatu yang bukan bagianmu, maka kalian semua tidak akan mampu mendatangkannya. Oleh karena itu tinggalkanlah rasa tamak untuk mencari sesuatu ( rezeki ) yang telah ditetapkan untukmu, maupun yang tidak ditetapkan untukmu. Apakah pantas bagi seorang yang berakal untuk menghabiskan waktunya memikirkan sesuatu yang telah selesai pembagiannya….?

12. Empat hal berikut menghapus agama kalian

      1.Kalian tidak mengamalkan apa yang kalian ketahui
      2.Kalian mengamalkan apa yang tidak kalian ketahui.
     3.Kalian tidak mau mempelajari apa yang tidak kalian ketahui, maka selamanya kalianbodoh           
       4. Kalian mencegah orang lain untuk mempelajari apa yang tidak mereka ketahui.

13.   Kalian menghadiri majelis ilmu hanya untuk mencari jalan keluar bagi permasalahan duniawi kalian, bukan untuk mengobati penyakit hati. Kalian tidak mendengarkan nasihat para penceramah, tetapi meneliti kesalahan mereka, kemudian menghina dan mentertawakannya, kalian juga bermain-main dalam majelis. Sesungguhnya kalian sedang mempertaruhkan diri kalian kepada Allah swt yang Maha Agung dan Maha Mulia. Segeralah bertobat, jamgan mencontoh musuh-musuh Allah ‘Azza wa jalla. Berusahalah untuk mengambil manfaat dari apa yang kalian dengar.

14.   Berpuasalah! Tetapi ketika berbuka jangan lupakan faqir miskin. Berilah mereka sedikit makanan yang kau gunakan untuk berbuka. Jangan makan sendiri, sebab orang yang makan sendiri dan tidak memberi makan orang lain, dikhawatirkan kelak akan menjadi miskin dan hidup susah. Perut kalian kenyang, tetangga kalian kelaparan, tetapi kalian mengaku sebagai Mukmin. Iman kalian tidaklah sah, jika kalian memiliki banyak makanan sisa, keluarga kalian telah makan, tetapi kalian tolak seorang peminta yang berdiri di depan pintu kalian, sehingga ia pergi dengan tangan hampa.
Jika ini kalian lakukan, ketahuilah, tak lama lagi kalian akan mengetahui berita kalian, kalian akan menjadi sepertinya, kalian akan diusir sebagaimana kalian mengusir peminta itu ketika kalian mampu memberinya.
Sungguh celaka dirimu, mengapa engkau tidak segera bangun dan memberikan sesuatu yang kau miliki dengan tanganmu sendiri. Andaikata kalian mau bangun dan memberinya sesuatu, maka kalian telah melakukan dua kebaikan, yaitu merendahkan diri kepada sang peminta dan berderma kepadanya. Lihatlah Nabi kita Muhammad saw, beliau berderma kepada peminta, memerah susu onta dan menjahit pakaian beliau dengan kedua tangan beliau sendiri. Bagaimana kalian berani mengaku sebagai pengikut beliau saw, perbuatan beliau saw. Kalian hanya pandai mengaku, tetapi tidak memiliki bukti….!


15.   Jika engkau bertemu dengan seseorang, maka yakinilah bahwa dia lebih baik darimu. Ucapkan dalam hatimu....“Bisa jadi kedudukannya di sisi Allah swt jauh lebih baik dan lebih tinggi dariku
jika bertemu anak kecil, maka ucapkanlah ( dalam hatimu ) :
“Anak ini belum bermaksiat kepada Allah swt, sedangkan diriku telah banyak bermaksiat kepada-Nya. Tentu anak ini jauh lebih baik dariku.”
Jika bertemu orang tua, maka ucapkanlah ( dalam hatimu ) :
“Dia telah beribadah kepada Allah swt jauh lebih lama dariku, tentu dia lebih baik dariku.”
Jika bertemu dengan seorang yang berilmu, maka ucapkanlah ( dalam hatimu ) :
“Orang ini memperoleh karunia yang tidak akan kuperoleh, mencapai kedudukan yang tidak akan pernah kucapai, mengetahui apa yang tidak kuketahui dan dia mengamalkan ilmunya, tentu dia lebih baik dariku.”
Jika bertemu dengan seorang yang bodoh, maka katakanlah ( dalam hatimu ) :
“Orang ini bermaksiat kepada Allah swt karena dia bodoh ( tidak tahu ), sedangkan aku bermaksiat kepada-Nya padahal aku mengetahui akibatnya. Dan aku tidak tahu bagaimana akhir umurku dan umurnya kelak. Dia tentu lebih baik dariku.”
Jika bertemu dengan orang kafir, maka katakanlah ( dalam hatimu ) :
“Aku tidak tahu bagaimana keadaannya kelak, bisa jadi di akhir usianya dia memeluk agama islam dan beramal saleh. Dan bisa jadi di akhir usia, diriku kufur dan berbuat buruk.”



4) Iman AL Ghazali


Imam Ghazali terbangun pada dini hari dan sebagaimana biasanya melakukan shalat dan kemudian beliau bertanya pada adiknya, “Hari apakah sekarang ini?” 

Adiknya pun menjawab, “Hari isnin.”

Beliau kemudian memintanya untuk mengambilkan sajadah putihnya, lalu beliau menciumnya, Menggelarnya dan kemudian berbaring diatasnya s…ambil berkata lirih, “Ya Allah, hamba mematuhi perintahMu,”
… dan beliau pun menghembuskan nafas terakhirnya.Di bawah bantalnya mereka menemukan bait-bait berikut, ditulis oleh Al-Ghazali ra., barangkali pada malam sebelumnya.

"Katakan pada para sahabatku, ketika mereka melihatku, mati Menangis untukku dan berduka bagiku
Janganlah mengira bahwa jasad yang kau lihat ini adalah aku
Dengan nama Allah, kukatakan padamu, ini bukanlah aku,
Aku adalah jiwa, sedangkan ini hanyalah seonggok daging
Ini hanyalah rumah dan pakaian ku sementara waktu,
Aku adalah harta karun, jimat yang tersembunyi,
Dibentuk oleh debu ,yang menjadi singgasanaku,
Aku adalah mutiara, yang telah meninggalkan rumahnya,
Aku adalah burung, dan badan ini hanyalah sangkar ku.
Dan kini aku lanjut terbang dan badan ini kutinggal sbg kenangan
Puji Tuhan, yang telah membebaskan aku
Dan menyiapkan aku tempat di surga tertinggi,,


Hingga hari ini , aku sebelumnya mati, meskipun hidup diantara mu.
Kini aku hidup dalam kebenaran, dan pakaian kubur ku telah ditanggalkan.
Kini aku berbicara dengan para malaikat diatas,
Tanpa hijab, aku bertemu muka dengan Tuhanku.
Aku melihat Lauh Mahfuz, dan didalamnya ku membaca
Apa yang telah, sedang dan akan terjadi.

Biarlah rumahku runtuh, baringkan sangkarku di tanah,
Buanglah sang jimat, itu hanyalah sebuah kenang2an, tidak lebih
Sampingkan jubahku, itu hanyalah baju luar ku,
Letakkan semua itu dalam kubur, biarkanlah terlupakan.
Aku telah melanjutkan perjalananku dan kalian semua tertinggal.
Rumah kalian bukanlah tempat ku lagi.

Janganlah berpikir bahwa mati adalah kematian, tapi itu adalah kehidupan,
Kehidupan yang melampaui semua mimpi kita disini,

Di kehidupan ini, kita diberikan tidur,
Kematian adalah tidur, tidur yang diperpanjang
Janganlah takut ketika mati itu mendekat,
Itu hanyalah keberangkatan menuju rumah yang terberkati ini,
Ingatlah akan ampunan dan cinta Tuhanmu,
Bersyukurlah pada KaruniaNya dan datanglah tanpa takut.
Aku yang sekarang ini, kau pun dapat menjadi
Karena aku tahu kau dan aku adalah sama
Jiwa-jiwa yang datang dari Tuhannya
Badan badan yang berasal sama
Baik atapun jahat, semua adalah milik kita.


Aku sampaikan pada kalian sekarang pesan yang menggembirakan
Semoga kedamaian dan kegembiraan Allah menjadi milikmu selamanya."




5) Saidina Ali R.A 


Saidina Ali r.a., Khalifah keempat setelah dibunuh di dalam satu pengkhianatan oleh Ibnu Muljam. Peristiwa ini berlaku di Kufah, ibu negara Islam berlaku pada 17 Ramadhan.

Ketika Saidina Ali r.a. sedang nazak kesakitan, beliau memperbanyakkan membaca zikir ‘la ilaha ilallah’. Di hujung hayatnya, beliau telah memberikan wasiat kepada anak-anaknya, Hasan dan Husain r.a. Wasiat tersebut telah di tulis oleh mereka.

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Mengasihani


Ini adalah wasiat Ali bin Abu Talib. Dia naik saksi bahawa tidak ada tuhan selain Allah. Tiada sekutu bagiNya. Dan bahawa Muhammad adalah hambaNya dan rasulNya. Allah mengutuskannya dengan hidayah dan agama yang benar agar agama ini menang ke atas semua agama walau pun dibenci oleh orang-orang musyrik.

“Katakanlah: “Sesungguhnya sembahyangku dan ibadatku, hidupku dan matiku, hanyalah untuk Allah, Tuhan yang memelihara dan mentadbirkan sekalian alam. Tiada sekutu bagiNya, dan dengan yang demikian sahaja aku diperintahkan, dan aku adalah orang Islam yang awal pertama.” (Al-An’am: 162-163)

Aku mewasiatkan kamu wahai Hasan, semua anak-anakku dan sesiapa sahaja yang sampai kepadanya wasiatku ini agar bertakwa kepada Allah, Tuhan kamu. Jangan sekali-kali kamu mati kecuali kamu Islam. Berpeganglah kepada tali Allah dan janganlah kamu berpecah belah. Sesungguhnya aku mendengar Abu al-Qasim s.a.w. bersabda: “Hubungan manusia yang baik itu lebih baik dari solat dan puasa keseluruhannya.”

Lihatlah saudara mara kamu dan hubungkan diri kamu dengan mereka agar Allah meringankan hisabNya ke atas kamu.
 Demi Allah, Allah bersama anak-anak yatim. Jangan biarkan mereka lapar dan jangan cuaikan mereka.
 Demi Allah, Allah bersama jiran kamu. Sesungguhnya itu adalah wasiat Nabi kamu. Nabi s.a.w. terus menerus memberikan wasiat (agar berbuat baik terhadap jiran) sehingga kami menyangka bahawa jiran akan mewarisi harta.
Demi Allah, Allah bersama al-Quran. Jangan orang lain mendahului kamu di dalam mengamalkan al-Quran.
Demi Allah, Allah bersama solat. Sesungguhnya solat adalah tiang agama kamu. 
Demi Allah, Allah bersama rumah Tuhan kamu. Jangan kamu asingkan diri dari rumah Allah selagi kamu masih hidup. Sesungguhnya rumah Allah jika ditinggalkan kamu tidak akan dipandang.
Demi Allah, Allah bersama bulan Ramadhan. Sesungguhnya puasa di bulan Ramadhan adalah pelindung dari neraka. 
Demi Allah, Allah bersama jihad di jalan Allah dengan harta kamu dan jiwa kamu.
Demi Allah, Allah bersama zakat. Sesungguhnya zakat memadamkan kemurkaan Tuhan.
Demi Allah, Allah bersama umat di bawah tanggungan Nabi kamu. Jangan kami menzalimi mereka di hadapan kamu.
Demi Allah, Allah bersama sahabat Nabi kamu. Sesungguhnya Rasulullah s.a.w. berpesan kepada kamu agar berbuat baik terhadap mereka.
Demi Allah, Allah bersama golongan fakir miskin. Sertakan mereka di dalam kehidupan kamu. 
Demi Allah, Allah bersama hamba-hamba yang kamu miliki. Sesungguhnya perkara terakhir yang diucapkan oleh Rasulullah s.a.w. adalah: “Aku berpesan terhadap kamu agar berbuat baik terhadap dua golongan yang lemah; isteri-isteri kamu dan hamba-hamba yang kamu miliki.”

Jagalah solat.
Jagalah solat.
Jangan kamu takut celaan orang yang mencela dalam menjalankan agama Allah. Cukup Allah bagi kamu untuk melindungi kamu dari orang-orang yang ingin berbuat jahat terhadap kamu dan melakukan perlampauan ke atas kamu. Ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia sebagaimana yang telah diperintahkan oleh Allah ke atas kamu. Jangan tinggalkan amar makruf dan nahi mungkar. Jika kamu tinggalkan, orang-orang jahat akan menjadi pemimpin kamu dan ketika itu jika kamu berdoa, Allah tidak akan makbulkan.

Hendaklah kamu saling berhubungan dan bekerjasama. Jauhi dari khianat dan berpecah belah. Tolong-menolonglah di dalam perkara-perkara kebaikan dan taqwa. Jangan tolong menolong dalam perkara dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat pedih azabNya. Moga-moga Allah memelihara ahli keluarga Nabi dan memelihara Nabi kamu. Aku tinggalkan kamu dan mendoakan kesejahteraan ke atas kamu. Moga-moga Allah akan merahmati kamu.

Selepas wasiat ini, Saidina Ali r.a. tidak mengucapkan kalimah lain selain ‘la ilaha ilallah’. Sebelum menghembuskan nafasnya yang terakhir beliau membaca firman Allah:

“maka sesiapa berbuat kebajikan seberat zarah, nescaya akan dilihatnya (dalam surat amalnya)! dan sesiapa berbuat kejahatan seberat zarah, nescaya akan dilihatnya (dalam surat amalnya)!” (Az-Zalzalah: 7-8


6) Iman shafie 

Sebelum Imam Shafie pulang ke rahmatullah, beliau sempat berwasiat kepada para muridnya dan umat Islam seluruhnya. Berikut ialah kandungan wasiat tersebut :

"Barangsiapa yang ingin meninggalkan dunia dalam keadaan selamat maka hendaklah ia mangamalkan sepuluh perkara"

Pertama : Hak Kepada Diri
Iaitu: Mengurangkan tidur, mengurangkan makan, mengurangkan percakapan dan berpada-pada dengan rezeki yang ada.

Kedua : Hak Kepada Malaikat Maut
Iaitu: Mengqadakan kewajipan-kewajipan yang tertinggal, mendapatkan kemaafan daripada orang yang kita zalimi, membuat persediaan untuk mati dan merasa cinta kepada Allah.

Ketiga : Hak Kepada Kubur
Iaitu : Membuang tabiat suka menabur fitnah, membuang tabiat kencing merata-rata, memperbanyakkan solat tahajjud dan membantu orang yang dizalimi.

Keempat : Hak Kepada Mungkar dan Nankir
Iaitu : Tidak berdusta, berkata benar, meninggalkan maksiat dan nasihat-menasihati.

Kelima : Hak Kepada Mizan (Neraca Timbangan Amal Pada Hari Kiamat)
Iaitu : Menahan kemarahan, banyak berzikir, mengikhlaskan amalan dan sanggup menanggung kesusahan.

Keenam : Hak Kepada Sirat (Titian Yang Merentangi Neraka pada Hari Akhirat)
Iaitu : membuang tabiat suka mengumpat, bersikap warak, suka membantu orang beriman dan suka berjemaah.

Ketujuh : Hak Kepada Malik (Penjaga Neraka)
Iaitu : Menangis lantaran takutkan Allah SWT, berbuat baik kepada ibu, bapa, bersedekah secara terang-terangan serta sembunyi dan memperelok akhlak.

Kelapan : Hak Kepada Ridhwan (Malaikat Penjaga Syurga)
Iaitu : Berasa redha dengan Qada' Allah, bersabar menerima bala, bersyukur ke atas nikmat Allah dan bertaubat daripada melakukan maksiat.

Kesembilan : Hak Kepada Nabi SAW
Iaitu : Berselawat ke atas baginda, berpegang dengan syariat, bergantung kepada as-Sunnah (Hadis), menyayangi para sahabat, dan bersaing dalam mencari keredaan Allah.

Kesepuluh : Hak Kepada Allah SWT
Iaitu : Mengajak manusia ke arah kebaikan, mencegah manusia dari kemungkaran, menyukai ketaatan dan membenci kemaksiatan.